Minuman Beralkohol Menurut Ketentuan Perundang-Undangan Di Indonesia

A. MINUMAN BERALKOHOL

1. Pengertian
Alkohol secara umum dipahami sebagai senyawa kimiawi yang memabukkan. Senyawa kimiawi zat alkohol beraneka macam dan yang digunakan atau yang terdapat pada minuman adalah etil alkohol(etanol), yaitu persenyawaan atau dalam simbol kimianya yaitu C2H5OH, yang berupa cairan jernih, cairan yang tidak berwarna dan mudah terbakar, serta melebur bersama air dan eter. Etanol dibuat melalui peragian berbagai karbohidrat.
Minuman beralkohol didefinisikan sebagai minuman yang mengandung etanol yang dibuat secara fermentasi dari berbagai jenis bahan baku yang mengandung karbohidrat, misalnya: biji-bijian, buah-buahan, nira, atau yang dibuat dengan destilasi hasil fermentasi yang disebutkan tadi atau yang sengaja menambahkan alkohol didalamnya.
Minuman beralkohol disebut juga minuman keras, dalam kamus besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa minuman keras adalah minuman yang memabukkan, seperti bir, anggur, arak, tuak, dan lain-lain.
Dari definisi diatas dapat dipahami bahwa yang dimaksud minuman beralkohol adalah segala jenis minuman yang mengandung etanol atau alkohol yang dihasilkan dari hasil fermentasi maupun destilasi, atau dihasilkan dari hasil pertanian yang mengandung karbohidrat atau disebut juga dengan minuman keras.

2. Jenis Minuman Beralkohol
Minuman beralkohol dikelompokkan menjadi dua bagian berdasarkan pembuatannya, yaitu:
a) Minuman keras hasil fermentasi
Fermentasi dalam bahasa Indonesia berarti peragian, yaitu proses pemecahan zat gula dalam bentuk cair menjadi alkohol dan CO2 dengan bantuan ragi. Contohnya adalah produk bir dan wine.
b) Minuman keras hasil destilasi atau penyulingan
Ini adalah proses pemanasan dan pendinginan kembali. Maksudnya untuk memperoleh kadar alkohol yang lebih tinggi. Minuman ini dihasilkan dari biji-bijian seperti whisky, dari buah-buahan seperti brandy, dari air tebu seperti rum, dan lain sebagainya.
3. Hukum Minuman Beralkohol
Dengan berpegang pada definisi yang sangat jelas di atas, maka kelompok minuman yang disebut dengan minuman keras atau minuman beralkohol (alcoholic beverages) adalah tergolong khamar. Sayangnya, banyak orang mengasosiasikan minuman keras ini dengan alkohol saja sehingga yang diharamkan berkembang menjadi alkohol (etanol), padahal tidak ada yang sanggup meminum etanol dalam bentuk murni, karena akan menyebabkan kematian. Etanol memang merupakan komponen kimia yang terbesar (setelah air) yang terdapat pada minuman keras, akan tetapi etanol bukan satu-satunya senyawa kimia yang dapat menyebabkan mabuk, banyak senyawa-senyawa lain yang terdapat pada minuman keras juga bersifat memabukkan jika diminum pada konsentrasi cukup tinggi. Secara umum, golongan alkohol bersifat narkosis (memabukkan), demikian juga komponen-komponen lain yang terdapat pada minuman keras seperti aseton, beberapa ester dll. Secara umum, senyawa-senyawa organik mikromolekul dalam bentuk murninya kebanyakan adalah racun. Oleh karena itu, kita tidak dapat menentukan keharaman minuman hanya dari alkoholnya saja, akan tetapi harus dilihat secara keseluruhan, yaitu apabila keseluruhannya bersifat memabukkan maka termasuk ke dalam kelompok khamar. Apabila sudah termasuk ke dalam kelompok khamar maka sedikit atau banyaknya tetap haram, tidak perlu lagi dilihat berapa kadar alkoholnya.
Apabila yang diharamkan adalah etanolnya, maka dampaknya akan sangat luas sekali karena banyak sekali makanan dan minuman yang mengandung alkohol, baik terdapat secara alami (sudah terdapat sejak bahan pangan tersebut baru dipanen dari pohon) seperti pada buah-buahan, atau terbentuk selama pengolahan seperti kecap. Akan tetapi kita mengetahui bahwa buah-buahan segar dan kecap tidak meyebabkan mabuk. Di samping itu, apabila alkohol diharamkan maka ketentuan ini akan bertentangan dengan penjelasan yang diberikan oleh Rasulullah saw. tentang jus buah-buahan dan pemeramannya seperti tercantum dalam Hadits-Hadits berikut:
• Minumlah itu (juice) selagi ia belum keras. Sahabat-sahabat bertanya: Berapa lama ia menjadi keras? Ia menjadi keras dalam tiga hari, jawab Nabi. (Hadits Ahmad diriwayatkan dari Abdullah bin Umar).
• Bahwa Ibnu Abbas pernah membuat juice untuk Nabi saw. Nabi meminumnya pada hari itu, besok dan lusanya hingga sore hari ketiga. Setelah itu Nabi menyuruh khadam menumpahkan atau memusnahkannya. (Hadits Muslim berasal dari Abdullah bin Abbas).
• Buatlah minuman anggur! Tetapi ingat, setiap yang memabukkan adalah haram (Hadits tercantum dalam kitab Fiqih Sunah karangan Sayid Sabiq).
4. Dampak Minuman Beralkohol
Pengaruh minuman beralkohol telah banyak dibahas dalam literatur-literatur yang ada, namun tidak satupun yang menyebutkan bahwa dengan mengkonsumsi minuman tersebut seseorang akan mendapatkan lebih banyak manfaat dibandingkan mudharatnya.
Minuman keras dipandang dari segi kesehatan pun sama sekali tidak memberi manfaat apapun bila diminum. Alkohol atau etil alkohol yang terdapat pada minuman keras pada saat ini dibidang medis pun tidak digunakan lagi sebagai obat yang diminum.
Dampak dari minuman beralkohol pada intinya dapat berpengaruh pada individu si peminumnya dan yang sangat kompleks adalah meminum minuman tersebut dapat mengganggu tatanan kehidupan masyarakat.

B. KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN MINUMAN BERALKOHOL
Dalam peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor:15/M-DAG/PER/3/2006,pasal 1 menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi, baik dengan cara memberikan perlakuan terlebih dahulu atau tidak, menambahkan bahan lain atau tidak, maupun diproses dengan cara mencampurkan konsentrat dengan etanol atau dengan cara pengenceran minuman mengandung etanol.
Pemerintah menggolongkan minuman beralkohol kepada kadar alkohol yang dihasilkan, hal ini tertera dalam peraturan Menteri Perdagangan pasal 2, minuman beralkohol dikelompokkan kepada tiga golongan, yaitu:
a. Minuman beralkohol golongan A adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol (C2H5OH) 1% (satu persen)sampai dengan 5 % (lima persen);
b. Minuman beralkohol golongan B adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 5 % (lima persen) sampai dengan 20% (dua puluh persen);
c. Minuman beralkohol golongan C adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 20% (dua puluh persen) sampai dengan 55% (lima puluh lima persen)
Berdasarkan penggolongan diatas, minuman berlkohol golongan B dan C adalah kelompok minuman keras yang produksi dan penjualannya berada dalam pengawasan pemerintah dan harus memenuhi standar mutu yang ditetapkan, hal ini tertera dalam pasal 4 peraturan Menteri Perdagangan.
Adapun peraturan tentang peredaran minuman beralkohol di Indonesia hanya dilarang diedarkan di tempat umum, kecuali di hotel, bar, restoran, dan ditempat tertentu lainnya yang ditetapkan oleh Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II, serta jenis atau produk minuman-minuman tersebut memenuhi kriteria minuman beralkohol yang boleh beredar yang dikeluarkan oleh Menteri Perdagangan dan Perindustrian.
Selain itu, minuman beralkohol yang diimpor diawasi peredarannya oleh negara. Dalam hal ini diamanatkan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Departemen Keuangan. Dalam istilah Kepabeanan dan Cukai; minuman beralkohol disebut sebagai MMEA (Minuman Mengandung Ethyl Alkohol). Impor/ pemasukan MMEA dari luar negeri dilakukan khusus oleh importir khusus. Di samping MMEA Impor, Bea Cukai juga memiliki kewenangan untuk mengontrol secara penuh pendirian pabrik MMEA dalam negeri. Setiap badan usaha yang hendak memproduksi MMEA, maka ia wajib memiliki NPPBKC (Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: